Mulai terkuaknya pembobolan rekening nasabah via ATM, cukup membuat kekhawatiran untuk ber-ATM. Seperti sama-sama kita ketahui, Di Indonesia, sejumlah bank telah mengumumkan kerugiannya akibat aksi tersebut.
- BCA: 200 nasabah dibobol dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar
- BNI: 19 nasabah dengan kerugian berkisar Rp 200 juta
- BRI: 3 nasabah dengan kerugian berkisar Rp 48,5 juta
Dan DeFelippi, mantan pencuri identitas nasabah kartu debet dan kartu kredit di USA, memberikan tips yang mungkin berguna bagi kita dalam ber-ATM:
- Waspadai kotak brosur yang mungkin menempel/di dekat ATM karena kotak brosur itu bisa jadi berguna untuk menutupi kamera tersembunyi untuk merekam gerakan jemari Anda menekan nomor PIN.
- Salah satu ciri sebuah alat skimmer telah ditempelkan adalah bila Anda tidak melihat cahaya berpendar LED ketika Anda memasukkan kartu ke mesin ATM. Bisa jadi lampu LED tidak terlihat berpendar karena tertutupi oleh skimmer.
- Biasakanlah menggunakan mesin ATM yang terdekat dengan kediaman/kantor Anda sehingga Anda familiar bagaimana mengoperasikannya dan mengetahui dengan cepat bila ada kejanggalan.
- Waspadalah bila ATM mengaku "rusak/out of order" sehingga uang tak bisa keluar, padahal Anda telah memasukkan kartu dan telah memasukkan PIN.
- ATM teraman adalah yang berada di dalam bank atau toko yang ramai orang-orang.
- ATM drive-through adalah target bagus untuk pencuri identitas karena pengemudi seringkali merasa terburu-buru dengan pengantre lainnya sehingga tidak memberi perhatian lebih.
- Kalau yang umum disarankan adalah, setelah bertransaksi biasakan memasukkan kembali kartu ATM, kemudian masukkan nomor PIN acak, lalu batalkan transaksi. Ini akan mengecoh orang yang mencoba mengintip PIN ATM anda.
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar